Jakarta, Juli 2026 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyumi menyatakan dukungan terhadap implementasi Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan nasional yang adaptif terhadap tantangan zaman. Menurut LBH Masyumi, pertahanan negara pada era modern tidak lagi dimaknai semata sebagai kesiapan menghadapi ancaman militer, tetapi juga mencakup kemampuan bangsa menjaga persatuan, memperkuat karakter, membangun ketahanan sosial, serta melindungi nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi, globalisasi, dan derasnya arus informasi, Indonesia menghadapi beragam tantangan nonmiliter, mulai dari penyalahgunaan narkotika, perjudian daring, kejahatan siber, penyebaran disinformasi, intoleransi, radikalisme, hingga berbagai persoalan sosial yang berpotensi melemahkan daya tahan bangsa. Ancaman tersebut tidak mengenal suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang sosial, sehingga penanganannya pun harus menjadi tanggung jawab bersama.
Ketua LBH Masyumi, Khaerudin, S.H., menegaskan bahwa Perpres Nomor 111 Tahun 2025 mencerminkan semangat pertahanan negara yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Pemerintah, TNI, Polri, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media massa, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, komunitas pemuda, hingga keluarga memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keutuhan Indonesia.
“Indonesia dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Karena itu, menjaga bangsa bukan hanya tugas aparat negara, melainkan ikhtiar bersama seluruh warga negara yang mencintai tanah air. Ketika persatuan terjaga, hukum ditegakkan, pendidikan diperkuat, dan nilai-nilai kemanusiaan dirawat, maka pertahanan bangsa akan semakin kokoh,” ujarnya.
LBH Masyumi menilai bahwa penguatan pertahanan nasional harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap konstitusi, demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum. Setiap kebijakan negara harus dilaksanakan secara profesional, proporsional, akuntabel, serta menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang apa pun.
Sekretaris LBH Masyumi, Tb. Arip Wampasena, S.H., M.H., menambahkan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan pertahanannya, tetapi juga pada kualitas masyarakatnya dalam menjaga persaudaraan, toleransi, gotong royong, serta semangat kebangsaan.
“Pancasila adalah rumah bersama seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus menjadi pedoman dalam menghadapi setiap tantangan bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dan konstitusi sebagai pijakan hukum, Indonesia akan mampu menghadapi berbagai ancaman secara bermartabat,” katanya.
LBH Masyumi juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan literasi digital, membangun ketahanan keluarga, mendorong budaya gotong royong, memperkuat kepedulian sosial, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang tangguh, maju, dan berdaya saing.
Lebih jauh, LBH Masyumi menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan strategis yang harus dirawat bersama. Semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi perekat yang menyatukan seluruh anak bangsa untuk bergandengan tangan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Patriotisme hari ini tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di medan pertahanan, tetapi juga melalui kejujuran dalam bekerja, kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap hukum, semangat gotong royong, serta komitmen menjaga persatuan bangsa. Inilah bentuk bela negara yang dapat dilakukan oleh setiap warga negara sesuai peran dan profesinya,” tutup Khaerudin.
Melalui dukungan terhadap Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025, LBH Masyumi berharap semakin tumbuh kesadaran nasional bahwa pertahanan negara adalah ikhtiar kolektif seluruh rakyat Indonesia. Dengan memperkuat persatuan, menjunjung tinggi Pancasila, menghormati konstitusi, serta membangun kolaborasi lintas agama, suku, budaya, profesi, dan generasi, Indonesia akan semakin kokoh sebagai bangsa yang berdaulat, adil, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.
