JAKARTA — Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan dinamika ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, saat menerima Rektor UNPERBA Eming Sudiana di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana UNPERBA mengusulkan tiga program studi baru kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni Hukum Bisnis, Teknik Komputer dan Teknik Industri.
Ketiga program studi tersebut telah memperoleh rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dan selanjutnya menunggu proses evaluasi serta perizinan dari Kemdiktisaintek.
Bamsoet mengatakan pengembangan program studi perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, peluang kerja serta potensi ekonomi daerah.
«“Pendidikan tinggi harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Yang penting bukan hanya membuka program studi baru, tetapi memastikan ilmu yang diberikan relevan, berkualitas dan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa serta masyarakat,” ujar Bamsoet.»
Menurutnya, Hukum Bisnis dapat menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin kompleks, sementara Teknik Komputer dan Teknik Industri memiliki keterkaitan dengan perkembangan teknologi, digitalisasi dan kebutuhan peningkatan efisiensi di sektor industri.
Bamsoet menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja perlu dibangun melalui berbagai pendekatan, termasuk penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi praktis, kerja sama dengan dunia usaha dan industri, serta pengembangan kewirausahaan.
“Jangan sampai lulusan perguruan tinggi memiliki ijazah tetapi tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, hubungan antara kampus, mahasiswa, pemerintah, dunia usaha dan industri perlu terus diperkuat,” katanya.
Data BPS menunjukkan angkatan kerja Purbalingga pada Agustus 2025 mencapai sekitar 612,82 ribu orang, sementara penduduk yang bekerja sekitar 583,24 ribu orang. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,83 persen.
Di sisi lain, Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi Indonesia pada 2025 tercatat 32,89 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses sekaligus peningkatan kualitas pendidikan tinggi masih menjadi pekerjaan bersama.
UNPERBA sendiri berdiri pada 8 November 2018 dan saat ini memiliki lima program studi, yaitu S-1 Manajemen, S-1 Akuntansi, S-1 Agribisnis, S-1 Teknik Mesin dan S-1 Teknik Informatika.
Dengan rencana penambahan tiga program studi, UNPERBA diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat Purbalingga dan daerah sekitarnya sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia sesuai potensi daerah.
«“UNPERBA ingin menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas. Kampus harus dekat dengan masyarakat dan kebutuhan daerah, namun tetap memiliki wawasan nasional serta global,” tutur Bamsoet.»
Ia berharap pengembangan pendidikan tinggi dapat dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, masyarakat dan mahasiswa.
Dengan kolaborasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan inovator, wirausahawan dan sumber daya manusia yang dapat menciptakan peluang baru.
“Pada akhirnya, pendidikan adalah investasi bersama. Semakin baik kualitas manusia yang kita siapkan hari ini, semakin besar pula peluang kita membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” pungkas Bamsoet.
