BEKASI – Komitmen membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dimulai dari keluarga. Pesan itulah yang menjadi benang merah dalam kegiatan Sosialisasi Program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga/BKKBN) yang menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, dr. Hj. Cellica Nurachadiana, M.H.Kes., di Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/8/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Cellica mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada lahirnya keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang cerdas, sehat, berkarakter, serta mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.
Mengawali pemaparannya, Cellica memperkenalkan perjalanan pengabdiannya sebagai seorang dokter, mantan Bupati Karawang selama dua periode, hingga kini dipercaya masyarakat menjadi Anggota Komisi IX DPR RI. Baginya, setiap amanah merupakan kesempatan untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya bersyukur diberikan kesempatan untuk terus mengabdi. Ketika masa jabatan sebagai kepala daerah telah selesai, pengabdian tidak boleh ikut berhenti. Hari ini saya diberi amanah di DPR RI untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, kependudukan, dan pembangunan keluarga,” ungkap Cellica.
Ia juga mengenang pengalaman memimpin Kabupaten Karawang pada masa pandemi COVID-19. Berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, aparat, relawan, hingga pemerintah, Karawang berhasil mencatatkan capaian vaksinasi yang menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Pengalaman tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa keberhasilan sebuah program hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong dan sinergi yang kuat.
Sebagai mitra kerja Kemenduk Bangga, Komisi IX DPR RI memiliki tanggung jawab mengawal sekaligus menyosialisasikan berbagai program strategis pemerintah kepada masyarakat. Cellica menegaskan, berbagai program tersebut bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Indonesia.
Salah satu program prioritas yang mendapat perhatian khusus adalah Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting). Cellica menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi merupakan gangguan pertumbuhan yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menegaskan, penyebab stunting bersifat multidimensional. Selain berkaitan dengan kecukupan gizi, faktor pola asuh, sanitasi lingkungan, akses terhadap pelayanan kesehatan, serta edukasi keluarga menjadi penentu keberhasilan pencegahannya.
Berangkat dari pengalamannya saat memimpin Karawang, Cellica mengungkapkan bahwa kasus stunting justru lebih banyak dijumpai di wilayah perkotaan. Tingginya aktivitas orang tua bekerja sering kali membuat pengasuhan anak diserahkan kepada pihak lain yang juga memiliki keterbatasan waktu dan perhatian. Kondisi tersebut diperparah apabila lingkungan tempat tinggal belum didukung sanitasi yang sehat.
“Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, pola asuh yang baik, gizi yang cukup, serta lingkungan yang bersih. Karena itu, pencegahan stunting bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh keluarga Indonesia,” tegasnya.
Selain program Genting, Cellica turut memperkenalkan Si Daya (Lansia Berdaya) sebagai program pemberdayaan bagi masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Menurutnya, para lansia merupakan aset bangsa yang memiliki pengalaman dan kebijaksanaan untuk terus berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Tak kalah penting, Cellica juga mengajak para ayah mengambil peran yang lebih besar melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Ia menilai kehadiran seorang ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga figur utama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kehidupan, serta mendampingi tumbuh kembang anak.
Mengakhiri paparannya, Cellica mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program-program Kemenduk Bangga. Ia meyakini bahwa keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas akan menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya generasi emas yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju, berdaya saing, dan bermartabat di tingkat dunia.
