KARAWANG – Semangat demokrasi dan tata kelola pemerintahan desa yang semakin matang kembali ditunjukkan Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Melalui mekanisme pemilihan yang berlangsung terbuka, demokratis, transparan, akuntabel, dan partisipatif, Ruddy BG kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jayabaya, sebuah lembaga ekonomi strategis yang diharapkan menjadi lokomotif kemandirian dan kemajuan desa.
Momentum tersebut dinilai bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi tonggak penting dalam penguatan demokrasi lokal. Untuk pertama kalinya, proses penentuan Direktur BUMDes dilaksanakan dengan melibatkan keterwakilan Ketua RT, Ketua RW, serta tokoh masyarakat, sehingga menghadirkan legitimasi publik yang kuat sekaligus memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan desa yang inklusif.
Pelaksanaan pemilihan dihadiri Kepala Desa Sirnabaya Wirya Suryatna, S.Pd., Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yudhi Yudhianto, Wakil Ketua BPD Antosa, unsur Bhabinkamtibmas Polri, Babinsa TNI AD, panitia penyelenggara, serta 72 peserta yang menggunakan hak pilih dari total 79 pemilik hak suara.
Mewakili Ketua BPD Desa Sirnabaya, Wakil Ketua BPD Antosa menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang telah menjaga proses pemilihan berlangsung tertib, aman, damai, dan penuh kedewasaan. Menurutnya, kualitas demokrasi yang ditunjukkan masyarakat Sirnabaya layak menjadi teladan dalam membangun pemerintahan desa yang berpijak pada prinsip keterbukaan, musyawarah, dan akuntabilitas.
“Dari 72 surat suara yang digunakan, hanya 1 suara yang dinyatakan tidak sah sehingga terdapat 71 suara sah. Hasil penghitungan menunjukkan calon atas nama Yayan memperoleh 10 suara, Ruddy BG memperoleh 59 suara, sedangkan 2 calon lainnya masing-masing memperoleh 1 suara. Seluruh hasil telah dituangkan dalam berita acara dan disampaikan kepada Pemerintah Desa untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Antosa.
Ia menegaskan, pelibatan unsur RT, RW, dan tokoh masyarakat merupakan bentuk komitmen Pemerintah Desa Sirnabaya dalam memperkuat partisipasi publik. Meskipun penetapan Direktur BUMDes merupakan kewenangan Kepala Desa sesuai regulasi, ruang partisipasi masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun legitimasi dan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan yang lahir dari proses demokrasi.
Antosa juga mengungkapkan bahwa perjalanan BUMDes Jayabaya selama beberapa periode terakhir telah menjadi bahan evaluasi bersama. Dari berbagai pengalaman tersebut, masyarakat menghendaki hadirnya kepemimpinan yang mampu menghadirkan transformasi nyata dalam pengelolaan usaha desa.
Ia mengakui, ketika Ruddy BG pernah memimpin BUMDes Jayabaya, berbagai unit usaha mengalami perkembangan yang positif. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat kembali memberikan mandat kepadanya.
“Kami berharap kepemimpinan Ruddy BG tidak hanya mampu mengulang keberhasilan masa lalu, tetapi juga melahirkan berbagai terobosan baru. BUMDes harus menjadi pilar utama penguatan ekonomi desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi lokal, sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegas Antosa.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa kepengurusan baru diharapkan menjalankan amanah sesuai semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang menempatkan BUMDes sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Pandangan senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Sirnabaya Sunarto, yang menilai proses pemilihan tersebut telah membuka babak baru dalam perjalanan demokrasi desa.
“Ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi Desa Sirnabaya. Untuk pertama kalinya pemilihan pimpinan BUMDes dilakukan melalui mekanisme demokratis yang melibatkan keterwakilan Ketua RW dan tokoh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa demokrasi di tingkat desa terus berkembang menuju tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka dan partisipatif,” ujarnya.
Menurut Sunarto, seluruh dinamika yang mengiringi proses pemilihan merupakan bagian dari pendewasaan demokrasi. Yang terpenting, seluruh tahapan mampu diselesaikan secara damai, bermartabat, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan.
Ia menilai terpilihnya Ruddy BG bukan semata kemenangan seorang kandidat, melainkan kemenangan demokrasi masyarakat Desa Sirnabaya yang telah memberikan mandat melalui proses yang terbuka dan berintegritas.
“Legitimasi yang dimiliki beliau lahir dari kepercayaan masyarakat. Karena itu kami berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, inovasi, dan dedikasi agar BUMDes Jayabaya tumbuh menjadi badan usaha desa yang modern, sehat, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua SIRBER (Sirnabaya Bersatu) Soleh Ghofur memberikan perspektif berbeda. Menurutnya, keberhasilan demokrasi tidak cukup diukur dari suksesnya penyelenggaraan pemilihan, melainkan harus dibuktikan melalui keberhasilan kepemimpinan dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Mandat yang diberikan masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata, tata kelola yang bersih, inovatif, dan akuntabel. Demokrasi akan memperoleh makna apabila melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen desa harus mengawal, mendukung, sekaligus menjadi mitra kritis agar BUMDes Jayabaya mampu berkembang menjadi badan usaha desa yang unggul dan menjadi kebanggaan Kabupaten Karawang,” ungkap Soleh Ghofur.
Dengan mandat yang kuat dari masyarakat, kepemimpinan Ruddy BG diharapkan mampu membawa BUMDes Jayabaya memasuki era baru yang lebih progresif. Melalui pengelolaan yang profesional, kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, BUMDes Jayabaya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat Pendapatan Asli Desa, mengoptimalkan potensi lokal, membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan, serta menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Sirnabaya.
