CIKARANG PUSAT – Semangat membangun kemandirian pangan terus diperkuat melalui Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di Lahan Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya, Jalan Langkawi Deltamas, Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Bekasi, pemerintah kecamatan dan desa, Dinas Pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen raya dipimpin oleh Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Ikhlas Putro Wasono, S.I.K., M.M., dan dihadiri sekitar 55 peserta dari berbagai unsur. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan membutuhkan sinergi, gotong royong, serta komitmen bersama dalam mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki daerah.
Program pemanfaatan lahan produktif yang dikembangkan di wilayah Cikarang Pusat menjadi contoh bagaimana kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan petani mampu menghasilkan manfaat nyata. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat, membuka peluang usaha baru, dan menjaga stabilitas pasokan pangan.
Dalam sambutannya, Komisaris Besar Polisi Ikhlas Putro Wasono menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan buah dari kebersamaan seluruh pihak yang terlibat sejak proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen.
“Panen raya ini menjadi bukti bahwa ketika seluruh elemen bergerak bersama, hasil yang dicapai akan memberikan manfaat yang luas. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 4 hektare lahan telah memasuki masa panen, sementara sekitar 50 hektare lainnya akan dipanen secara bertahap mengikuti tingkat kematangan tanaman. Pola panen bertahap tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi sekaligus memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi para petani.
Usai panen simbolis, seluruh peserta berdialog mengenai penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta pentingnya pendampingan kepada petani agar hasil panen memiliki daya saing yang semakin baik. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, penyuluh, kelompok tani, dan dunia usaha dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.
Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Elia Umboh, S.H., M.H., menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di sektor pertanian, melalui pengamanan, koordinasi, dan pendampingan bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Kami ingin memastikan bahwa kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berjalan dengan baik sehingga program ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika seluruh unsur saling mendukung, maka ketahanan pangan akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pun dapat meningkat,” ungkapnya.
Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan merupakan agenda bersama yang tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan partisipasi aktif pemerintah, aparat keamanan, petani, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki daerah.
Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi yang terus diperkuat, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara berkelanjutan.
